Fancy pao ala-ala

Setelah mengikuti kursus fancy pao di Bogasari Baking Center, sekarang saatnya mempraktekkannya
Membuat pao ala BBC ini menggunakan metode boil doh, dan metode sponge, tujuannya agar kita dapat mengetahui apakah adonan yang kita buat terlalu lembek atau terlalu keras (kata instruktur nya siiy gitu)
Tapi setelah 2 kali praktek dirumah pake metode ini, gak ada tuh yang namanya bantet. Pasti berhasil, hihihi. Ga sia sia, ikutan kursus 😀
Yuk mari, ini saya share resep nya

Bahan-bahan Boil Doh :
100 gr tepung beras
200 cc air

Bahan sponge :

300 gr tepung terigu

11 gr ragi instan

100 gr gula pasir

200 cc air dingin

Bahan utama :
700 gr terigu
10 gr baking powder
80 gr gula halus
5 gr garam
160 gr margarin putih
240 cc air dingin
3 gr bread improver

 

Adonan isi :

Coklat filling

Tausa kacang hijau

Tausa kacang merah

keju & susu

 

Tahap-tahap membuatnya :

1. Boil Doh:

Rebus air hingga mendidih, matikan api.
Masukkan tepung beras, aduk hingga rata, diamkan hingga dingin

2. Sponge :

Campur semua bahan, aduk rata, terakhir tambahkan air. Diamkan kurang lebih 1 jam (hingga mengembang)

3. Bahan utama :
1 jam setelah boil doh, dan bahan sponge dibuat, mari kita mengolah bahan utama.
Caranya :

Masukkan, terigu, baking powder, gula halus, garam, dan bread improver. Aduk rata
Tambahkan air sedikit demi sedikit, sambil dimixer (hook), tambahkan sponge dan boil doh.
Kalau sudah setengah kalis, tambahkan mentega putih.
Adonan dimixer dengan mixer hook kurleb setengah jam (sampai kalis)

Setelah kalis, pisahkan adonan dan tambahkan warna, bentuk sesuai selera

Ini selera saya, yang paling gampang dan gak banyak warna 🙂

panda pao

Goldie Land Education Field Trip to Punti Kayu

Hari ini Goldie Land mengadakan field trip ke Hutan Wisata Punti Kayu Palembang, sebagai puncak tema dari binatang dan tumbuh-tumbuhan.

Anak-anak berkumpul di depan pintu masuk punti kayu pada pukul 8.30

 

 

Punti Kayu

Setelah lengkap personil nya, anak-anak menuju ke dalam wisata punti kayu untuk menuju ke area duni flora dan fauna hutan wisata punti kayu.

Anak-anak dibimbing oleh pengelola hutan wisata punti kayu, untuk melihat-lihat flora dan fauna, seperti kera, angsa, burung elang, dan masih banyak lagi.

melihat satwa

 

Ada atraksi bermain dengan ular juga loh, bahkan ada beberapa teman Khalid yang berani memegang dan menggendong ular nya. hehehe

demo ular

Lalu, dimana Khalid ya?

Ini dia, Khalid lagi merengek-rengek minta digendong Baba

 

Khalid1

Akhirnya gegendongan juga

Akhirnya gegendongan juga

Acara dilanjutkan dengan lomba mencar telur bebek di kolam angsa

Games mencari telur

Seperti sebelumnya, Khalid sibuk sendiri

Khalid3

Pingu

Setelah lomba selesai, anak-anak makan bersama di saung yang telah disediakan

Istirahat

Kera-kera juga ikut makan

Monyet

 

 

Selesai sudah acara field trip hari ini Sekarang, waktu nya pulaaaaang

 

Khalid4

Naga Sari Pisang

Jajanan pasar kedua adalah Naga Sari… Doyan banget sama makanan yang satu ini.

Legit-legit gurih gimanaaa gitu. Kalo gak belajar cara bikinnya, ga afdol rasanya.

Bahan-bahan :

500 gr tepung beras

800 ml santan

250 gr gula pasir 1 sdm sagu

1 lembar daun pandan

pisang uli

1 sdt garam

Cara membuat :

Masukkan santan, tepung beras, tepung sagu, garam, pandan, aduk hingga rata

Setelah rata, masak diatas api kecil, sambil diaduk aduk hingga mengental

Cetak di daun pisang

Kukus selama 20 menit Selamat menikmati 🙂

 

1418032802727

Kue Lapis

Ceritanya lagi belajar membuat kue kue jajanan pasar yang saya sukai. Tapi yang saya sukai saja loh 🙂
Mulai lah cari-cari resep di internet.
Dimulai dengan kue lapis.

Berikut bahan-bahannya :

300 gr gula pasir
250 gr terigu
150 gr tepung sagu
900 cc santan yang sudah di masak dengan air pandan
pasta coklat
garam secukupnya

Cara membuat :

Campur gula pasir kedalam santan
Tambahkan tepung sagu dan terigu
Aduk rata hingga menjadi satu, kemudian saring
Olesi loyang dengan minyak sayur
Bagi dua adonan, yang satu beri warna coklat
Tuang adonan ke dalam loyang selapis, demi selapis
Beri waktu selang 5 menit pada masing masing lapisan adonan
Setelah loyang penuh, kukus selama 20 menit agar adonan kue lapis lengket dan menyatu sama lain
Diamkan sekitar 2-3 jam, setelah dikukus, agar kue menjadi dingin dan mudah dipotong
Note : Loyang 15×15

 

1417673425418

Syar’i my Indentity

Selamat tinggal T-shirt, karena kamu selayaknya hanya digunakan ketika aku berada dalam rumah

Selamat tinggal jeans. Kamu terlalu nampak, hingga jika aku menggunakanmu sama saja aku berpakaian tapi telanjang

Selamat tinggal kerudung modis, kamu layaknya hanya hiasan di rambut yang seperti bandana

Selamat tinggal punuk unta, aku takut tak mencium bau surga jika aku mempertahankanmu. Baunya saja tak dapat aku cium, bagaimana dengan surgaNya, aku takut tak dapat rahmat dari Tuhanku

And welcome to hijab syari.

Kini ku merasa lebih bebas dalam setiap aktifitas dan lebih terjaga pastinya. Jilbab syari jadikan penjagaan diri dan alarm hati agar tidak lalai pada ilahi. Aku hanya takut di hari penghisaban, Allah tidak mau memandangku dengan kasih sayang Nya karena hijabku tidak sesuai ridhoNya

(@feggypsuherman)

 

Dulu aku berfikir berhijab itu bukanlah suatu kewajiban. Mereka yang berhijab mungkin merasa lebih percaya diri dengan hijabnya. Mungkin untuk menutupi berbagai kekurangan dalam dirinya. Atau karena ibu dan kakak perempuannya berhijab jadi ia ikut berhijab.

Dulu aku pun berhijab karena disuruh suami, karena merasa badan sudah melar setelah melahirkan, dan tidak ada baju yang cocok dipakai akhirnya aku turuti. Namun baru benar merasakan berhijab sesungguhnya ketika beberapa bulan belakangan ini. Karena benar-benar tubuh ditutup bukan sekedar dibalut. Ketika masih bekerja ikut demam hijab trendy alias hijab gaul. Masih pakai celana jeans dan baju serba ketat, serba ribet dengan tutorialnya dan sibuk mengikuti fashion di setiap minggunya. Alhamdulillah, dengan adanya media sosial saya belajar banyak mengenai makna sesungguhnya berhijab, mengenai syarat-syarat sesungguhnya berhijab.

Ternyata saya baru menyadari betapa berharganya seorang muslimah dengan hijabnya. Sehingga Islam pun, memuliakanya dengan segala cara. Islam tahu bahwa muslimah akan menjadi pusat perhatian mata-mata nakal. Maka Islam pun mensyariatkan untuk menutup aurat muslimah dengan jilbab dan pakaian longgar yang tidak transparan. Dan ternyata banyak kesalahan dalam berhijab.

 

Semakin hari terus berusaha memantaskan diri dengan :

1. Memanjangkan hijab & Melonggarkan gamis

 

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiallahu’anha, beliau berkata : Asma binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalllam dengan pakaian yang tipis. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalllam pun berpaling dari nya dan bersabda, “wahai Asma”, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini. Beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya (HR. Abu Daud 4140, dalam Al Irwa [6/203] Al Albani berkata: “Hasan dengan keseluruhan jalannya”). Jadi, seluruh tubuh wanita adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan.

Bukankan Allah Ta’ala berfirman :”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”(Qs. Al-Ahzab:59)
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya
(QS An-Nuur:31)

 

Jadi hijab yang disyariatkan itu adalah :

Menutup seluruh tubuh, lebar, longgar, sederhana, tidak tipis/transparant, tidak kelihatan seksi atau menggoda, dan memperlihatkan lekuk lekuk tubuh, tidak dihias, tidak memancing syahwat bagi yang melihat.

No tabaruj, no punuk unta, no make up menor, no high heels
Semakin dalam pemahamannya, semakin sederhana penampilannya.

Karena sungguh, hijab itu untuk meraih ridha Allah, bukan decak kagum khalayak.

Terlihat gemuk? Ah, gak perlu takut. Biarlah tampak gemuk karena memakai baju longgar, daripada tampak kurus karena pakai baju ketat. Sebab Pintu Surga longgar bagi yang taat, dan ketat bagi yang ingkar. Penilaian Allah yang utama

 

2. Mengistiqamahkan memakai memakai kaos kaki

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kaki juga aurat : “Dan janganlah mereka (para wanita) memukulkan kaki mereka agar orang mengetahui perhiasan yang mereka sembunyikan”(QS An-Nuur:31)

 

3. Mengkaji Ilmu Sunnah

Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalllam bersabda: “Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku”

Berhubung aku belum tau informasi mengenai kajian ilmu sunnah di Kota ini, jadi aku masih mengandalkan media sosial untuk mempelajarinya.

 

Selain itu, aku bergabung di grup whatsapp Bimbingan Islam, yang diasuh oleh Ustadz-ustadz Madina, dan pastinya radio rodja, berhubung di Palembang ga dapet siarannya, jadi streaming dari internet di www.radiorodja.com

Ternyata Islam itu begitu memuliakan kita.

Bagaimana tidak, apapun yang dilarang sesungguhnya bentuk kasih sayang Allah kepada hambanya. Namun, karena hati kita tertutup dengan penyakit-penyakit hati. Maka sulit untuk menerima nasihat, ilmu, bahkan hidayah, Naudzubillah.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang Allah kehendaki kebaikan dengan memahamkan kita kepada AgamaNya. Amin

Kursus Kilat di Bogasari

Udah lamaa banget kepingin kursus kue. Baru kesampean sekarang, soalnya si Khalid ga ada yang jagain.
Berhubung sekarang, si Baba tiap hari home office (hihi, enak ya). Jadi baru bisa sekarang deh.
Iseng-iseng, nanya jadwal ke Bogasari Baking Center. Aku memutuskan untuk ikut funpao (ga mau yang berat-berat dulu)
Tanggal nya akan diinfo kalau sudah terkumpul 3 orang yang daftar.
Beberapa hari kemudian, aku dihubungi pihak BBC, untuk jadwal kursus membuat funpao.

Singkat cerita, aku mengikuti kursus kue di BBC. Kursus dimulai jam 9 pagi, jam 1 siang udah selesai.
Menyenangkan sekali. Peserta kursus langsung praktek, membuat pao dan membentuk menjadi pao yang lucu unyu-unyu.
Suasana nya santai, instruktur nya juga baik. Pak Qoyyum, yang mengajari cara menguleni adonan, dan Pak Rosyid yang mengajari cara membentuk adonan.

Yang paling menyenangkan adalah mendapat teman-teman baru. Dan setelah kursus pao ini selesai, kita bertiga berniat untuk ikut lagi kursus membuat mie. Hayuuukkk

Resepnya bisa dilihat disini 

 

 

Membuat funpao

Membuat funpao

 

Seminggu kemudian, setelah kursus funpao, kami bertiga mengikuti kursus membuat aneka mie sehat.
Seperti kursus sebelumnya, kita praktek langsung dalam mengolah mie, membuat minyak ayam, kuah ayam, pangsit, dan sambalnya.
Wah ternyata bikin mie ayam seperti abang-abang jualan itu gampang yah, hihihi..
Yang agak ribet, proses pembuatan mie nya saja. Harus diuleni hingga kalis, pake mesin siiy, tapi kan tetep ajaa pegel.

 

Aneka Mie Sehat

Aneka Mie Sehat

Selesai kursus, peserta boleh makan mie ayam yang tadi dibuat. Sisanya dibagi, dan dibawa pulang. Asiik kaaann

Oh iya, dapet sertifikat juga loh. Ntar, siapa tau, besok-besok buka warung mie ayam, bisa dipajang deh. Hihihi

 

Sertifikat_2

 

 

sertifikat_1

Aku dan Hijrahku

 

Inilah cerita pertama memakai jilbab (hijab)

Pertama mengenakan jilbab itu setelah melahirkan Khalid (telat banget ya, hikkss). Itupun atas perintah suami (belum nyadar kalau berhijab adalah perintah Allah, hikss). Tapi masih abal-abal, alias lepas pasang. Kalo kerja dipake, kalo keluar rumah buat sekadar beli sayur, atau buang sampah, masih lalai alias ga pake jilbab. Lanjut setelah berhenti bekerja dan pindah kerumah idaman, dimana komplek perumahan yang aku dan keluarga kecilku tempati adalah perumahan muslim. Suami mulai gerah melihatku melangkah keluar rumah tanpa jilbab. Maka suami memerintahkan untuk tidak menanggalkan jilbab ketika keluar rumah. Lama-lama terbiasa dan merasa nyaman mengenakannya. Dulu aku belum syari memakai jilbab, masih menggunakan legging, kaos, kadang celana jeans. Setiap mau pergi ribet dengan jarum pentul dan tutorial hijab.

 

Pertama kali mengenal hijab syari

Setahun yang lalu aku memenuhi undangan kajian mingguan di rumah sepupu ku. Aku takjub melihat sepupuku dan teman-temannya yang mengikuti kajian tersebut mengenakan hijab syari yang lebar dan panjang. Dalam hati mengagumi mereka. Alangkah cantik dan anggun-anggun nya mereka. Apalagi pas sholat dzuhur, mereka menggunakan jilbab yang mereka kenakan saat itu. Gak pake mukena lagi. Terus terang dulu, apabila melihat wanita yang berjilbab panjang langsung berprasangka mereka mengikuti aliran tertentu. Tapi setelah mengikuti kajiannya, ternyata sama saja seperti kajian biasa. Hanya saja, lebih ke Sunnah. Hati ini rasanya ingin langsung berhijrah ke syari. Tapi bagaimana mungkin yaaa. Jilbab dan gamis sepanjang itu pasti mahal, bahannya aja mungkin bisa 5 meteran. Sementara perekonomian lagi morat marit, hikksss, Belum lagi, hati kecil masih sangsi. Apakah aku bisa istiqomah, sementara ilmu agama aja masih dangkal sekali. Baca Kitab Suci Al-Quran aja masih bolong-bolong. Nanti kalau ditanya-tanya soal ilmu agama gimana? Hal pertama yang dialami setelah berhijab syar’i biasanya adalah ledekan dari teman-teman bahkan keluarga seperti ini misalnya “ciyyeee ciyeee yang alim sekarang”. Waduh, kalau diturutin bisa gawat nih.

 
Memantapkan Hati, Bismillah

Setelah perekonomian agak membaik. Dan mendapat dukungan dari suami, mulai deh nyicil belanja gamis dan khimar nya. Alhamdulillah, sekarang lagi trend hijab syari, jadi sudah banyak yang menjual. Tinggal cari hastag #hijabsyari di instagram. Muncul deh stelan-setelan gamis yang kita inginkan. Pengalaman pertama mengenakan gamis dan khimar, orang-orang ngeliatin dari atas kebawah. Agak risih sih, rasanya pengen disemprot aja yang ngeliatin.. Sabar.. sabar..

Tapi aku berfikir positif aja, mungkin mereka seperti aku dulu ya. Mengagumi, tapi apa daya… hihihi.

Makin kesini, makin cuek. Gak perduli orang melihat aneh, memandang sinis, atau apalah terserah, kesimpulanku bahwa kalau kita menuruti apa kata manusia gak bakalan ada habisnya. Tapi kalau menuruti apa kata Allah, surga jaminannya. Alhamdulillah gak berasa sudah sebulan aku berhijrah ke syari, sekarang aku merasa lebih nyaman, lebih adem, gak ribet dengan turorial dan pentul-pentulan.
Aku tidak bertujuan untuk menyindir atau mencaci siapapun lewat tulisan ini. Tulisan ini untuk mengingatkan ku, betapa panjang proses hijrah ini. Ketika dunia menggodaku untuk menciutkan panjang dan lebar khimarku, mengerutkan ukuran ketaatanku, mengenakan pakaian akhir jaman. Aku kembali lagi mengeraskan hati dengan mengingat-Nya. Mencari-cari kembali mengapa aku berazzam untuk berhijrah dulu.. Melihat kembali saudari-saudari kesayangan yang semakin hari semakin taat. Melihat kembali sosok keanggunan mereka yang dulu sangat aku kagumi.

Walaupun aku sudah berjilbab syar’i, bukan berarti ibadah ku sudah sempurna. Sebab dengan berjilbab syar’i, ini adalah langkah awal memperbaiki diri. Dan lebih upgrade lagi sama amal ibadah dan ilmu agama. Gitu loh Baba 😀

 

Kalau udah berpenampilan begini, gak boleh lagi makan sambil jalan-jalan di mall.. hihihi

Alhamdulillah ada suami yang menegur kalau agak-agak berbelok sedikit 🙂

 

Kiddy B di Goldie Land Islamic School

Setelah agak lama “libur”, karena si Baba dapet kerjaan di Palembang, Khalid kembali ke sekolah. Kali ini sekolah nya bukan sekolah kebun, tapi Islamic School. Letaknya gak jauh dari rumah Nyai, hanya berselang beberapa rumah, jalan kaki pun bisa. Hari pertama sekolah, agak-agak manja gak mau ditinggal. Maunya ditungguin Bukan hanya itu, setiap pagi harus agak dipaksa sedikit untuk berangkat ke sekolah. Setiap hari adaaa aja alasannya gak mau sekolah, hihihi Padahal dulu di Little Earth mandiri banget. Tapi Alhamdulillah lama kelamaan udah mulai semangat, karena Auntie-auntie nya yang mengajar jago membujuk Khalid, hehehe

 

Hari pertama sekolah, kegiatan melukis layang-layang. Hihihi, Mama ngintip dari jendela

Berhubung, sekolahan dekat dengan Indomaret, jadilah setiap pulang sekolah minta jajan ke Indomaret

 

 

Salah satu kegiatan dalam rangka memperingati hari anak nasional, Goldie Land Islamic School dan PAUD-PAUD lain yang ada di Palembang mengikuti karnaval di Kambang Iwak. Anak-anak diwajibkan memakai baju adat. Untunglah Khalid kebagian pakai batik, hehehe

 

Alhamdulillah sekarang Khalid udah banyak temannya, udah mulai mau mengikuti kegiatan di sekolah, dan setiap hari semangat untuk bersekolah tanpa dipaksa lagi  🙂

 

 

Kontrol Rutin 3 Bulan Setelah Radioterapi

Gak berasa udah 3 bulan sejak di radiasi. Sekarang waktunya Khalid untuk kontrol. Dimulai dengan MRI, duh.. deg-degan nya Mama dan Baba. Hal pertama yang bikin deg-degan adalah bius nya, hikkk… Harus ketemu jarum suntik lagi buat masukin obat bius dan obat kontras nya. Yang kedua, hasilnya..

Karena sekarang Khalid udah di Palembang, jadi PR Mama untuk hunting-hunting Rumah Sakit yang ada fasilitas  MRI. Setelah telfon sana sini, akhirnya pilihan jatuh ke RS. Charitas. Kenapa Charitas? Pertama karena dokter anestesi nya stand by setiap hari, kedua yaaa karena Charitas tempat Khalid lahir.. Halaahh..

Ok, cerita MRI nya di skip aja. Hasil MRI udah keluar, berhubung dokter-dokter yang menangani Khalid ada di Jakarta, jadi hasil MRI harus dibawa ke Jakarta untuk dilihat hasilnya oleh dokter yang bersangkutan.

O iya, 3 hari setelah di MRI, Khalid demam selama 4 hari dan mengeluh kepala pusing. huaahh… kenapa lagi ini.

Tapi Alhamdulillah, setelah 4 hari Khalid ceria lagi. Menurut Dokter, itu karena efek obat kontras nya.

Waktunya Konsul

Hari pertama di Jakarta, jadwal nya menemui Dokter Bedah Saraf, Dr. Samsul Ashari SpBS. Menurut beliau, kondisi Khalid bagus, tumor nya sudah tidak ada. Hanya saja, sebagian otak kiri masih kosong karena pengangkatan tumor. Dokter pun memberikan resep untuk pertumbuhan otaknya. Hanya saja, beliau sendiri tidak yakin, karena ntar kalo otaknya tumbuh, khawatir tumor nya jg tumbuh lagi. Ya sudahlah, gak usah ditebus.. hehe

Hari kedua, jadwal konsul ke onkologis Prof. Dr. Soehartati Gondhowiarjo  MD, PHd. Beliau pun, menuturkan hal yang sama. Apalagi melihat si Khalid yang ceria dan gak bisa diam. Alhamdulillah

Prof. Tati minta difoto sama Khalid

Berhubung Radioterapi RSCM sudah seperti rumah sendiri bagi Khalid, jadi seharian deh di RSCM . Khususnya di Ronald McDonald House Charity

Senangyaa Khalid bertemu kembali dengan Kak Astrid, Kak Nuning, dan teman-teman barunya 🙂

Okayy.. Jadwal konsul terakhir adalah dokter saraf anaknya yaitu Dr. dr. Irawan Mangunatmadja, SpAK, analisa beliau sama dengan 2 dokter sebelumnya. Hanya saja dari hasil MRI terlihat bagian otak yang berkabut, ini menurut beliau karena kurang nya lemak di otak. Untuk itu Khalid dibeli minyak ikan.

 

Alhamdulillah, selesai sudah rangkaian kontrol Khalid. Heading Palembang soon 🙂

Ini Khalid dirumah Nyai. Rambut sudah mulai tumbuh, walaupun halus dan merah. Ga seperti rambut bawaan lahirnya dulu, hehehe.. yang penting sehat ya Nak.

 

 

Pasca Radioterapi Mari Kembali Bersekolah

Alhamdulillah, setelah serangkaian radiasi dijalankan. Akhirnya Khalid bebas dari rutinitas pulang pergi ke Rumah Sakit. Khalid yang “anak Mall” setiap hari minta diajak ke Mall. Walaupun kepala masih gundul, kulit di daerah yang di radiasi masih agak gosong, tapi Khalid gak perduli, hehehe.. Bahkan Khalid udah terbiasa memakai topi nya kemana-mana

3 minggu setelah radiasi, Khalid aku masukkan lagi ke sekolah. Setelah sekian lama “libur”. Tapi sayang nya, baru sehari masuk sekolah, badan Khalid panas. Mungkin kecapean. Alhamdulillah, demam nya ga lama, hanya 2 hari. Minggu ke 2 bersekolah, kena batuk pilek. Hiksss, si anak jadi gampang sekali sakit. Padahal semangat sekali bersekolah dan ketemu teman-temannya. Setelah batuk pilek, lanjut lagi kena flu singapur. Ya Allah, kasihan sekali anakku 🙁

Jadi menyalahkan diri sendiri karena tidak mendengarkan nasihat Dokter. Sudah 3 Dokter yang menyarankan agar Khalid tidak disekolahkan dulu. Karena khawatir efek radiasi masih membuat daya tahan tubuh nya menurun. Tapi yaaah, yang tau kondisi psikologisnya kan Mama nyaa. Gimana bosannya si Anak dirumah. Kadang kalau sudah bosan sendiri si anak suka teriak teriak. Makanya Mama dan Baba memutuskan untuk dimasukkan lagi saja ke sekolah, supaya bisa berkumpul kembali dengan teman-temannya.

Hari Pertama di Kelas.. Makasih ya Miss Ari & Miss Fath yang udah share foto nya di grup 🙂

 

 

Khalid dan teman-teman sekelas field trip ke Gramedia (Khalid yg pakai topi)

 

 

Belum sebulan kembali ke sekolah. Baba diterima kerja di Palembang, kampungnya Mama. Kota kelahiran Khalid. Jadi sekeluarga pindah ke Palembang deh.

Sebagai bentuk terima kasih Khalid untuk teman-teman dan keluarga besar Little Earth, Khalid mengadakan farewell party kecil-kecil an. Karena Khalid selalu excited dengan pesta ulang tahun, apalagi pas tiup lilin, jadi farewell party nya dibuat seolah-olah Khalid berulang tahun. Ada kue ulang tahun dan tiup lilinnya segala.

 

Makasih ya Miss Ari& Miss Fath. Kalian akan selalu ada di hati Khalid 🙂

 

Alhamdulillah, Khalid senang sekali berbagi dengan teman-teman nya. Terimakasih teman-teman kecil Khalid dan keluarga besar Little Earth, untuk doa dan dukungannya buat Khalid.

Mama sangat bahagia melihat Khalid bahagia hari ini. Sehat terus ya Nak.

Mama dan Baba akan selalu berusaha untuk selalu menjaga senyummu 🙂

Khalid dan Minion di Kambang Iwak Palembang