Hikmah Beriman Kepada Takdir

Qodarullah wa maa-syaa-a fa’ala

(Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang dikehendaki-Nya pasti dilakukan-Nya)

 

Manusia memiliki keinginan dan kehendak, tetapi keinginan dan kehendaknya mengikuti keinginan dan kehendak Rabbnya.

Golongan Ahlussunnah menetapkan dan meyakini bahwa segala yang telah ditentukan, ditetapkan, dan diperbuat oleh Allah memiliki hikmah dan segala usaha yang dilakukan manusia akan membawa hasil atas kehendak Allah.

 

Ingatlah saudariku, tidak setiap hal akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka hendaklah kita menyerahkan semuanya dan beriman kepada apa yang telah Allah tentukan. Jangan sampai hati kita menjadi goncang karena sedikit “sentilan”, sehingga muncullah bisikan-bisikan dan pikiran-pikiran yang akan mengurangi nikmat iman kita.

 

Dengarlah sabda Nabi kita shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Berusaha untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan Allah & janganlah kamu sampai lemah (semangat). Jika sesuatu menimpamu, jangan lah engkau berkata ‘seandainya aku melakukan ini dan itu, niscaya akan begini dan begitu’.

Akan tetapi katakanlah ‘Qodarullah wa masyaa-a fa’ala (Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang dikehendakinya pasti dilakukan-Nya).’ Karena sesungguhnya kata “seandainya” itu akan mengawali perbuatan syaithan.”

(Shahih, riwayat Muslim dalam dalam Shaih-nya (no.2664)

 

Apabila hati kita telah yakin dengan setiap ketentuan Allah, maka segala urusan akan menjadi lebih ringan, dan tidak akan ada kegelisahan yang muncul dari dalam diri kita, sehingga kita akan lebih semangat lagi dalam melakukan segala urusan tanpa merasa khawatir mengenai apa yang akan terjadi kemuadian.

Kita akan tawakkal sebagai perbekalan ketika menjalani urusan & kita akan bersabar kala ujian datang menghadang.

Wallahu Ta’ala a’lam wal musta’an

—-

Buat yang punya anak ataupun khadimat dirumahnya dan suatu waktu mereka memecahkan/merusak sesuatu, janganlah memarahi atau atau menyesali barang yang rusak itu.

Percayalah bahwa kejadian itu sudah merupakan takdir Allah. Tiada guna kita marah atau menyesal, itulah bagian dari iman.

 

‘Jangan memukul budak perempuanmu hanya karena dia memecahkan barang pecah belahmu. Sesungguhnya barang itu ada waktu ajalnya seperti ajalnya manusia.’

(HR. Abu Na’im dan Ath-Thabrani)

 

regram from @anisyabutik

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.