Ayah Edy Menjawab

Menjadi orang tua pintar atau smart parent memang tidak ada sekolahnya. Tapi dengan banyaknya majalah dan buku bertema parenting memungkinkan orang tua untuk bisa belajar dan terus meng up to date pengetahuan soal tumbuh kembang si kecil. salah satunya buku ini.
Sejak punya anak, aku jadi rajin beli majalah yang bertemakan parenting seperti mother and baby,dan yang paling menarik menurut aku di majalah ini adalah kolom Ayah Edy menjawab.

Ternyata pas lagi iseng-iseng ke toko buku, Ayah Edy ada bukunya dengan judul yang sama “Ayah Edy Menjawab”

Buku ini lebih seperti buku manual singkat yang membantu orang tua dalam membantu para orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya.
Terutama aku, seorang IRT yang belum punya pengalaman sama sekali dalam membesarkan anak. yaiyalaaah, anak pertama, hehehe..

Satu pengetahuan berharga menurutku di buku ini adalah, penjelasan Ayah Edy mengenai larangan orang tua setiap anak nya hendak melakukan sesuatu.

Ketika dilahirkan, otak manusia sekitar 200 miliar dengan bentuk seperti ranting-ranting pohon. Seorang anak akan tumbuh cerdas kalau ranting-ranting saraf itu tumbuh lebat. Caranya dengan belajar sesuatu yang baru. Misalnya mengambil benda, mencoret-coret kertas, dsb. Biasanya itu terjadi pada usia 3  hingga 5 tahun masa emas pertama. Masalahnya, setiap kali saraf otak mau tumbuh biasanya orang tua melarang anak melakukan sesuatu. Contohnya, pada saat anak hendak memegang laptop mamanya, mamanya langsung melarang. Nah, saat anak dilarang dan tidak jadi melakukan, sarafnya tidak jadi tumbuh.

Sakhuntala Devi, seorang genius dari india di bidang matematika yang dijuluki manusia kalkulator, karena kepandaiannya berhitung, berkata bahwa sebelum anak berusia 12 tahun, sebaiknya dirumah tidak perlu ada barang-barang berharga seperti barang pecah belah. Isilah rumah dengan benda-benda yang boleh disentuh atau dijadikan sebagai objek eksplorasinya. Itulah yang dulu dilakukan orangtua dan kakek Shakuntala Devi sehingga kini ia bisa menjadi orang yang jenius.

Setelah membaca ini, aku jadi mikir dan mengingat-ingat, Mamaku kolektor barang antik, sehingga dirumah ku banyak sekali barang antik. Pastilah, semasa kecilku dulu. Aku selalu dilarang setiap kali aku hendak memegang barang-barang antik si Mamah, yang unik-unik itu. Makanya gedenya aku jadi begini, huuaaaaaa :'(

Cuplikan di atas hanya satu dari 100 pertanyaan dan jawaban yang dimuat dalam buku ini perihal tumbuh kembang, tingkah polah, dan mengajarkan disiplin pada si kecil. Pertanyaan yang kerap kali terlontar antar sesama orang tua dan atau guru, termasuk aku peribadi. Pertanyaan atas kebingungan atau bahkan putus asa menghadapi ulah si kecil.
Apalagi aku IRT tanpa ART yang gak mau repot, ga mau capek kerja dua kali, abis beres-beres eh malah mainan diberantakkin lagi (yaa, jadi curcol yah). Jalan keluarnya, yaaa menyerah pada si kecil, demi tumbuh kembang nya. hehehe

Buku ini recomended banget, karena isinya cukup mewakili semua pertanyaan orang tua perihal tumbuh kembang anak. Perihal karakter, disiplin, interaksi sosial, sekolah, self esteem, pendidikan seks ,dan yang terkini gadget.