Siapa Saja Mahram Seorang Wanita

Hafalkan siapa saja Mahram kita

Checklist :

1. Anak Laki-laki

2. Cucu Laki-laki (dari anak perempuan/anak laki-laki) dan keturunan mereka

3. Ayah

4. Kakek (dari Ayah/Ibu) dan keatas

5. Saudara sekandung, se Ayah/ se Ibu

6. Keponakan laki-laki dari saudara sekandung, se Ayah atau se Ibu

7. Paman (Saudara Ayah/Ibu atau saudara Kakek/Nenek)

8. Mertua atau Mantan Mertua

9. Menantu atau mantan menantu

10. Ayah Tiri/ Mantan Suami ibu (syarat : telah berhubungan badan dengan Ibu)

11. Anak Laki tiri (anak suami/anak mantan suami dari istri lain)

12. Saudara sepersusuan dan siapa saja yang jadi mahram saudara persusuan dari nasab dia

 

Catatan :

Suami bukan Mahram

Karena arti Mahram adalah orang yang haram dinikahi selama-lamanya, namun suami lebih berhak daripada mahram anda dalam safar, bahkan suami anda berhak melihat dan menyentuh seluruh tubuh anda

 

Penting untuk diingat :

1. MAHRAM 

adalah setiap orang yang haram untuk dinikahi selamanya

 

2. Penggunaan istilah MUHRIM tidak tepat, karena muhrim artinya orang yang melakukan Ihram dalam ibadah Haji atau Umroh

3. Ipar dan sepupu bukan mahram kita, apalagi orang yang tidak ada hubungan nasab

 

Tips jitu buat perempuan agar tidak kena jabat tangan dengan non mahram adalah berpakaianlah yang syarie, tidak tabbaruj. Semakin panjang jilbab kita, semakin segan orang memberi tangan untuk memberi salaman. Maka laki-laki juga segan untuk menyodorkan tangan, hehe

 

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya”

(H.R. Thobroni)

Belajar Sabar dan Ikhlas dalam Keadaan Apapaun dari si Kecil Khalid (Bag.2)

 

Setelah didiagnosa Tumor Otak (Ependymoma Blastoma) pada bulan Desember 2013, Khalid menjalani operasi, dilanjutkan dengan radioterapi. Tidak ada gejala yang berarti setelah itu. MRI pun rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali sesuai dengan anjuran dokter.

Namun, di tahun ke 2 setelah serangkaian proses diatas, Khalid sering mengeluh sakit kaki, pusing, lemas, dan setiap malam tidur suka rewel, dan yang paling membuat saya panik adalah, muka Khalid miring kalu sedang berbicara atau menangis.

Singkat cerita saya membawa Khalid ke rumah sakit, dan saya langsung meminta Khalid di MRI ulang, karena saya curiga tumor tumbuh lagi (walaupun MRI baru dilakukan 6 bulan yang lalu)

20 Juni 2015

Hasil MRI Keluar

Kecurigaan saya benar, hasil MRI menyatakan bahwa csf bermetastase dan menyebar. Bukan hanya satu di tempat yang lama, tetapi banyak dan menyebar ke sebagian besar otak nya. Kali ini kami benar-benar harus mengikhlaskan nya. Karena bagaimanapun, anak hanyalah titipan Allah, Ia berhak mengambilnya kapanpun Allah menghendakinya.

Karena kami tinggal di Palembang, dan kondisi Khalid tidak memungkinkan untuk di bawa ke RSCM, maka suami saya yang membawa hasil MRI ke Dr. Samsul Ashari SpBS, dokter bedah saraf yang menanganinya dulu.

Merujuk kembali hasil PA Khalid, bahwa jenis tumor adalah ependymoma blastoma, maka beliau tidak menyarankan operasi. Karena walaupun tumor sudah diangkat 100%, namun penyebaran bisa terjadi lagi. Pilihan selain operasi adalah kemoterapi.

 

24 Juni 2015

Kejang kejang dan Kondisi Semakin Lemah

Karena dokter menyarankan kemo, maka kami tidak perlu membawa Khalid ke RSCM. Kemo dilakukan di Palembang. Sementara kondisi Khalid semakin lemah, dan karena tekanan di otak nya, menyebabkan Khalid kejang berkali-kali.

 

 

1 Juli 2015

Kemoterapi Pertama dan Terakhir

Pukul 20.00 Khalid diberi obat kemo, namun Allah berkehendak lain, selang 9 jam setelah pemberian obat kemo, Khalid menghadap Allah sang Pencipta.

Mohon maaf, tidak bisa bercerita secara rinci, karena terlalu sedih bagi saya untuk menceritakannya.

Karena saya orang tua kandung nya, saya tidak tega untuk memposting foto apapun. Baik foto saat dia masih sehat, maupun foto saat dia sedang sakit.

Satu hal yang pasti bahwa ini yang terbaik dari Allah, karena melihatnya menderita selama di Rumah Sakit juga rasanya membuat  hati ini teris-iris.

Namun kenyataan bahwa anak saya sudah berada di sisi Allah, di Surganya yang Indah membuat hati ini tentram 🙂

Selamat Jalan Anakku, tenang engkau disana, tidak ada Dokter dan Suster yang “menyiksamu” lagi. Sementara diasuh Nabi Ibrahim dulu ya Nak.

Mama dan Baba akan berusaha memantaskan diri agar kita kelak bersama-sama di Surga-Nya yang kekal. InsyaAllah

 

Terimakasih untuk semua yang sudah memberikan support dan doa.

Kami sebagai orang tua, memohon maaf apabila kami ada salah, karena boleh jadi semua karena dosa orang tua nya yang terlalu banyak, sehingga Allah mengambil anak kami sebagai tabungan kami di akhirat kelak. Waallahua’lam

 

 

In Love With Qur’an

 

Obat paling manjur untuk capek-capek, entah capek fisik atau capek hati atau capek fikiran adalah Al-Quran

Seorang muslim tidak akan pernah merasa lelah ketika diujung aktifitas nya selalu ditutup dengan membaca ayat-ayat suci tersebut.

Karena kedamaian hati akan muncul seiring dengan tiap huruf yang dilantunkan.

Pikiran yang kusut akan menjadi tenang, hati yang risau menjadi tenang, dan berujung kepada keadaan fisik yang membaik. Karena secara psikologis kondisi tubuh kita sangat dipengaruhi oleh pikiran kita.

Apalagi kalau saya sedang merindukan Anak saya yang sudah berada di surga… Al-Qu’ran adalah obat paling mujarab untuk mengobati rasa rindu di hati ini.

Mungkin banyak alasan.. “pengen sih, tapi belum lancar bacanya”.. Saya pun, masih terbata-bata untuk membaca Al-Quran, malah diumur saya yang sekarang saya baru memulai kursus Tahsin (kemana aja yaa, hehe). Entah mengapa selalu kurang lancar.

Tapi itu tidak pernah melemahkan saya untuk terus melancarkan cara membaca saya. Karena ternyata ada keistimewaan sendiri bagi mereka yang belum lancar membaca. MasyaAllah

Allah berjanji melalui lisan Rasul-Nya bahwa mendapatkan pahala dua kali lipat bagi yang belum lancar.

“Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala” (H.R. Bukhari Muslim)

Seru kan? Yuk mulai dibaca..

 

Lembaga Tahsin dan Tahfidz Qur’an Al-Mukhlis Palembang

 

Bulan Ramadhan tahun ini, saya dan suami memutuskan untuk menghabiskan 10 malam terkahir dengan beritikaf di Mesjid. Buat suami, itikaf bukan penglaman pertama. Namun buat saya, ini pertama kalinya saya sebagai seorang Muslimah menghabiskan malam 10 malam terakhir beritikaf di Mesjid.

Ternyata, itikaf adalah ibadah yang menyenangkan untuk dilakukan, terutama bagi orang yang kualitas ibadah nya masih jauh dari sempurna seperti saya. Melihat orang beramai-ramai menghidupkan malam dengan tilawah, membuat saya bersemangat untuk mengejar ketertinggalan saya dalam beribadah.

Lantunan ayat suci Al Quran dengan makhroj dan tajwid yang benar, terdengar dari ukhti-ukhti yang duduk disebelah kiri, kanan, dan disekitar saya.

Saya yang masih terbata-bata membaca Al Quran jadi merasa minder. Hikksss…

Dari situ lah awal mula nya saya bertekad untuk belajar Tahsin. Qodarullah, Allah memudahkan langkah saya dan akhirnya saya menemukan Lembaga Tahsin Tahfidz Al Mukhlis (LTTQ Al Mukhlis). Singkat cerita saya mengikuti kursus Tahsin kelompok (1 kelompok 3 orang), selama  kali seminggu. Metode belajar nya yang tidak membosankan, plus Ustadzah nya yang sabaarrrr dalam mengajar membuatnya mudah untuk dipahami.

Alhamdulillah, saat ini saya sudah hampir menyelesaikan semester 1 di lembaga ini.

Saat ini LTTQ Al Mukhlis membuka penerimaan murid baru, untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi 0819 5818 3009

LTTQ Al Mukhlis Palembang

 

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar (Al-Isra: 9)