Belajar Sabar dan Ikhlas dalam Keadaan Apapun dari si Kecil Khalid

Kejang Tanpa Demam Kedua

Sehari setelah pulang dari rumah sakit karena di diognosa infeksi pencernaan, Khalid nafsu makannya membaik. Tapi kondisi itu gak berlangsung lama, besokannya kembali muntah-muntah, gak mau makan, bahkan belum buang air besar sudah 4 hari sejak awal dirawat di rumah sakit. Karena masih ada obat dari dokter, Khalid aku kasih obat saja. Gak dibawa ke dokter.

Besokannya sehat kembali. Tapi dua hari kemudian, kambuh lagi. Hari minggu pulang dari rumah sakit, hari senin, rabu, dan jumat, dan minggu kambuh lagi. Nah, yang paling parah hari minggu. Karena gak tega melihatnya sakit begitu, aku dan suami membawa Khalid ke IGD Rumah Sakit Hermina Depok. Dokter jaga menyarankan untuk di opname, karena Khalid dehidrasi. Akupun dan suami setuju, karena kondisi Khalid lemah sekali. Akhirnya Khalid di opname lagi, hikksss..

Hari ke dua dirawat di Rumah Sakit, kondisinya lemah sekali hanya tidur, paginya Khalid kejang lagi. Kali ini aku menyaksikan langsung kejangnya. Kejangnya tidak seperti biasa, hanya dari atas kepala sampai tangan, mata dan bibir ketarik ke kanan, seperti orang stroke! Suami langsung bergegas memanggil suster, karena kebetulan bel di kamar lagi rusak. Tak lama kemudian perawat datang, para perawat langsung bertindak cepat, melonggarkan baju, memiringkan badan Khalid, tapi ketika hendak memberikan obat kejang (stesolid), kejangnya berhenti. Selanjutnya dipasang selang oksigen di hidung.  Kejangnya berlangsung 3 menit. Aku panik sekali melihatnya, dalam hati sudah berfirasat buruk, mungkin ada saraf yang ketarik. Mungkin mukanya akan miring seperti orang stroke, hikksss..

Pukul 2 siang, Khalid kejang lagi. Dokter yang jaga saat itu yang menangani Khalid. Kali ini kejang nya berlangsung 10 menit. 5 menit pertama dimasukkan stesolid, tetapi kejang tetap gak berhenti, lalu dimasukkan stesolid lagi 5 menit kemudian. Baru kejang berhenti. Selama Khalid kejang, aku menangis. Ga tega ngeliatnya. ūüôĀ

 

Khalid Masuk ICU

2 Desember 2013

Sorenya, dsa visit. Beliau berkonsultasi dengan dokter saraf anak. Karena ini kali keduanya Khalid kejang tanpa demam. FYI, sebelumnya memang dsa menyarankan untuk konsultasi ke dokter saraf, waktu pertama kali dirawat, karena Khalid kejang tanpa demam. Dikhawatirkan meningitis atau epilepsi. Tapi aku dan suami mengabaikan saran dsa tersebut. Dokter saraf anak kemudian menganjurkan untuk dimasukkan ke ICU. Malam hari nya, Khalid dipindahkan ke ICU, kondisinya masih lemah. Entahlah karena pengaruh stesolid, atau karena pengaruh kejangnya.

Di ICU di test darah lagi, hasilnya natrium nya rendah. Dokter anak di ICU, menjelaskan bahwa kasus seperti Khalid ini, muntah-muntah, kejang tanpa demam, natrium rendah, biasanya ada pembengkakan di otak (dalam hati aku gak ngerti, maksudnya otaknya bengkakkah?). Tapi kalaupun udah ke otak. Pastilah penyakitnya serius. Pikiran langsung kalut, ditambah lagi selama di ICU, si anak gak boleh ditunggu, hanya  boleh dilihat pas jam besuk atau si anak nangis meminta orang tuanya dipanggil. Sedih sekali rasanya, biasanya tidur bertiga. Selama Khalid di ICU saya dan suami menunggu diluar, menggelar karpet seadanya diluar.

Khalid hari ke 3 di ICU Hermina

 

CT Scan dan MRI

Selanjutnya dokter menyarankan untuk CT Scan. Hasil CT scan menunjukkan ada massa sebesar 5cm di otak sebelah kiri bagian depan. Tapi untuk mengetahui jenis nya, dilakukan lah MRI.

Karena di Hermina Depok tidak ada fasilitas MRI, kami pun di rujuk ke RS Abdi Waluyo Menteng untuk di MRI. 4 hari di ICU, kondisi Khalid membaik. Makannya banyak, dan sudah mulai aktif seperti biasa. Khalid pun dipindahkan ke rawat inap. Kembali ke Dr. AD. Pasaribu, Spa. Namun, untuk melihat hasil MRI itu sendiri harus ke Dokter Saraf Anak, sementara di Hermina, dokter saraf anak hanya praktek hari senin, sementara ini baru hari Sabtu. Kembali kami di rujuk ke Klinik Anakku  untuk menemui Dr. Irawan SpA (K), dari dokter ini lah diketahui bahwa di otak kiri depan Khalid ada Tumor! Rasanya, seperti disambar petir disiang bolong. Pahit getir, menahan tangis. Tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi. Tidak ada kata lain selain pasrah dan ikhlas kepada Allah. Diruang dokter, suami yang banyak tanya jawab. Dr. Irawan menganjurkan untuk segera dioperasi. Karena tumor sudah menekan saraf mata dan pernafasan. Khalid yang aktif, dan lincah bisa sewaktu-waktu tidak sadar. Kemungkinan terburuk adalah kelumpuhan, Dr. Irawan menyarankan untuk dirujuk ke RSCM, aku dan suami langsung mengiyakan. Untuk kelas, hanya ada kelas 3 dan VIP. Kelas 3 operasinya bisa mengantri lama. Maka kami memutuskan untuk memilih kelas VIP. Beliau langsung yang menelfon pihak Paviliun Tumbuh Kembang (kamar VIP anak RSCM). Dari konfirmasi beliau, Khalid besok bisa dirujuk ke RSCM.

Kami pun kembali ke Hermina, menunggu besok untuk kemudian dirujuk ke RSCM. Sambil menunggu, kami mencari-cari second opinion. Apakah ada jalan lain selain operasi. Keesokan harinya, kami dapat kabar dari pihak Hermina, bahwa PTK RSCM penuh.. Hikkss.. Tak puas dengan jawaban itu, suami dan papa ku mendatangi RSCM untuk melihat sendiri kondisi kamar rawat inap disana. Ternyata memang penuh. ICU nya pun penuh. Hiksss.. benar-benar down rasanya. Terpaksalah, semalam lagi kami menginap di Hermina, karena masih menunggu kabar dari RSCM.

Selama menunggu, kami meminta tolong saudara yang tinggal di Tanggerang, untuk berkonsultasi dengan dokter di Siloam Karawaci. Apakah kasus Khalid ini bisa ditangani disana. Karena dari hasil browsing dan sharing dari grup canceria dan tumoria di FB, ada beberapa kasus seperti Khalid yang ditangani oleh Prof. Eka, di Siloam Karawaci. Kami pun, tak menunggu lama. Langsung minta didaftarkan ke beliau, apabila tidak ada kepastian dari RSCM.

Menunggu kabar dari pihak RSCM

 

 

Dirujuk ke RSCM

8 Desember 2013

Alhamdulillah, Senin siang kami dihubungi pihak RSCM, dan malamnya kami langsung dirujuk ke RSCM menggunakan ambulance.

Setibanya di RSCM kondisi Khalid drop lagi, masih harus mengantri di IGD, handover dari dokter Hermina ke dokter jaga RSCM. 3 jam kemudian baru masuk kamar. Dalam kondisi lemas karena muntah-muntah, Khalid kembali di infus (infus dari Hermina dilepas karena tangannya bengkak) sekalian diambil darahnya untuk persiapan operasi.

Sedih sekali melihat kondisi Khalid saat itu, sesekali bangun menggigil. Entahlah, menggigil kedinginan atau menggingil menahan sakit. Aku selalu membisikkan ke telinganya kalimat Lailahaillallah, sesekali aku bisikkan kata-kata untuk menguatkannya. Khalid yang kuat ya. Khalid harus sembuh ya. Dilawan penyakitnya, Khalid doa sama Allah ya minta disembuhkan. Mama dan Baba, akan berusaha yang terbaik untuk kesembuhan Khalid. Walaupun Khalid saat itu tidak merespon, tapi aku berharap alam bawah sadarnya menerima kata-kata ku, agar pada saat dia di operasi kata-kata yang kubisikkan ke telinganya bisa menguatkannya.

Hari pertama di RSCM

Selang NGT dipasang karena Khalid ga mau makan dan minum. Besokannya kembali kejang-kejang. Setelah kejang, kelopak mata kiri mengecil, lebih kecil dari sebelah kanan. Bola mata kiri tidak merespon. Sedih sekali melihatnya, pikiran buruk langsung berkecamuk. Apakah setelah operasi Khalid bisa melihat lagi. Apakah nanti Khalid bisa kembali normal seperti sedia kala? Ditambah lagi, dari hasil browsing, dan cerita dari kerabat yang anaknya habis operasi tumor, setelah operasi, anak akan kembali seperti bayi.

Setelah kejang-kejang, kelopak mata kiri Khalid mengecil dan bola mata gak merespon

 

Tidak ada jalan lain selain minta pertolongan kepada Allah. Tidak ada kata lain selain ikhlas. Apapun yang dikehendaki oleh Allah terhadap anak kami, adalah merupakan yang terbaik untuk kami dan Khalid. Insyaallah sabar dan ikhlas. Suami pun mengingatkanku “Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”

Alhamdulillah kondisi tersebut berangsur-angsur membaik. Mata kembali normal, nafsu makan membaik, dan kembali lincah seperti biasa. Dr. Irawan dan Dokter Bedah sarafnya (Dr. Samsul Ashari SpBS)/ asistennya  setiap hari visit ugintuk memantau perkembangan Khalid. Dr. Irawan top banget, sabtu minggu pun, kalau sedang ada masalah dengan kondisi Khalid, beliau tetap visit.

Begitu juga dengan dokter bedah nya Dr. Samsul Ashari SpBS, tidak pelit info. Menjelaskan dengan sedetil-detilnya, proses operasi dan kondisi tumor di kepala Khalid.

Terima kasih Allah, sudah memberikan jalan kepada Khalid ditangani oleh Tim Dokter ini

Sambil menunggu jadwal operasi yang dijadwalkan seminggu kemudian, Khalid diberi suntikan antibiotik untuk lambung nya, dan anti kejang nya.

Melihatnya lincah dan aktif seperti biasa, seperti tidak sakit. Rasanya pingin dibawa pulang saja. Gak usah dioperasi.. Ga tegaa.. Ga kuat rasanya membayangkan apa yang akan terjadi setelah dia di operasi. Apakah ada organ yang kehilangan fungsinya. Apakah akan kembali kesadarannya. Ya Allah… Rasanya udah ga keitung berapa banyak air mata yang tumpah.

Sehari sebelum di operasi.

 

 

Biaya Operasi

Biaya operasi pengangkatan tumor Khalid sekitar 75 juta. Belum termasuk kamar rawat inap dan ICU. Untuk pembayarannya, pihak RSCM tidak bekerja sama dengan asuransi manapun, hikkss.. Jadi mau tidak mau harus merogoh kantong sendiri dulu. Kemudian baru di reimburst. Tak apalah, yang penting Khalid sehat. Gak ada yang lebih mahal dari kesayanganku ini. Istilahnya, biar tidur di kolong jembatan pun, asal Khalid bersama kami, akan kami jalani. Alhamdulillah, banyak saudara dan kerabat yang membantu untuk masalah ini. Jazakumullahu Khairan Katsiran

Khalid dan hadiah-hadiah dari keluarga, dan para kerabat yang membesuk

 

 

 

Tibalah Jadwal Operasi

16 Desember 2013

Setelah suami menandatangani persetujuan operasi, persetujuan anastesi, dan lain-lain. Tibalah jadwal operasi yang ditunggu-tunggu. 6 jam sebelumnya Khalid menjalani puasa. Karena operasi dijadwalkan pukul 8 pagi, jadi puasa gak begitu berat. Dag dig dug, jantung rasanya mau copot mengantar Khalid dan menunggu di depan kamar operasi, menunggu Dokter yang menangani Khalid datang menjemput. Yang bikin haru, Khalid sepertinya merasa kalau akan di “apa-apain”. Khalid menangis sambil bilang “maunya ke Palembang aja ikut Nyai”, hikkss.. Nyai (mamaku) yang mendengar ikut menangis sedih. Khalid diberi baju ganti, kemudian pukul 9.00, Khalid masuk ke ruang operasi. Saya dan suami menunggu diluar ruang operasi.

 

Kurang lebih pukul 12, orang tua Khalid dipanggil. Dokter bedah menunjukkan Tumor yang sudah diangkat dari kepala Khalid. Alhamdulillah, lega mendengarnya tumor tersebut sudah diangkat 100%. Selanjutnya diserahkan ke Dept. Patologi Anatomi. Kemudian kami menunggu kembali, karena Tim Dokter sedang menjahit kepala Khalid.

Kurang lebih pukul 2, kami dipangil kembali. Kali ini, bersama Khalid keluar dari kamar operasi. Menurut keterangan Dr. Samsul, tumor sudah diangkat 100%

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Khalid langsung menangis melihat Mama dan Baba nya. Langsung minta makan nasi pake daging, langsung minta diambilkan minion nya! Lega sekali melihatnya. Rasanya rasa lelah dan air mata yang sudah tumpah selama ini terbayar dengan melihat kondisi Khalid pasca operasi.

Khalid sebelum di operasi

 

 

Pasca Operasi

Selanjutnya Khalid dirawat di ruang ICU. Pukul 5 (jam besuk), kami menengok Khalid dari kaca. Khalid sadar, melihatku Khalid menangis. Akhirnya aku diizinkan masuk untuk menemani Khalid. Aku mengajak Khalid mengobrol. Khalid merespon semua. Memori nya gak ada yang meleset. Dari balik kaca ada Baba, ada Nyai, ada Om, ada Yik. Semua disebutkan satu persatu oleh Khalid. Khalid melambaikan tangan. Penglihatan Khalid baik! Selama Khalid di ICU, kami tidur di PTK. Keesokan hari nya, aku dipanggil Suster dari ICU, karena Khalid menangis mencari Mama. Bersamaan dengan Dr. Irawan, Spa (K) yang sedang visit, melihat kondisi Khalid, Dokter menyarankan untuk dipindahkan ke PTK lagi. Karena kondisi Khalid sudah membaik. Alhamdulillah!

Jadi terhitung Khalid hanya 2 hari di ICU

Khalid di ICU RSCM

 

 

Dua hari kemudian, mata kiri Khalid membengkak. Kaki kanan Khalid, bekas anestesi di kaki yang dimasukkan antibiotik, menjadi merah dan perih. Khalid gak bisa jalan selama seminggu karena luka ini.

Untuk matanya, 5 hari kemudian berangsur-angsur membaik.

 

Satu minggu kemudian, jahitan di kepala Khalid diangkat. Perban diganti, besokannya Khalid diperbolehkan pulang.

Alhamdulillah ya Allah, Khalid sudah kembali sehat seperti sedia kala, lincah dan bisa berlari-lari kesana kemari.

Terima Kasih yang tak terhingga kepada keluarga, kerabat, tetangga yang sudah banyak membantu, memberi support, dan mendoakan kami dan anak kami. Hanya doa yang dapat dikirimkan.  Subhanallah.. Sesungguhnya anda semua berhati mulia dan semoga akan mendapat pahala yang lebih, rahmat, dan  keberkahan. Amin Allahumma Amin.

 

Khalid dan jahitan di kepalanya