Khalid dirawat di Rumah Sakit

Sejak awal 2013, tepatnya sejak jadi full time mom, aku perhatikan Khalid gampang sekali muntah. Atau malah dari dulu sering muntah begini, tapi si Mba nya ga cerita. Entahlah. Kalau habis makan kekenyangan, atau habis makan lari-larian, atau habis makan nangis, pasti muntah-muntah. Kalau sudah muntah, terus-terusan semalaman, bahkan sampai yang dikeluarkan cairan kuning. Kalau sudah begitu, ga ada makanan maupun cairan yang masuk.

Dibawa ke Dokter di Hermina Depok, hanya dikasih obat muntah dan obat sakit perut, atau vitamin nafsu makan. Begitu seterusnya. Malah sempat dsa menyarankan tes darah. Karena ditakutkan demam berdarah. Tapi hasilnya semua normal. Ga ada DB maupun tipes.. Kejadian serupa tetap berulang.

Kali ini, Khalid muntah nya tanpa pemicu, tiba-tiba bangun tidur dia mengeluh sakit perut dan muntah-muntah. Tanpa pikir panjang, aku langsung bawa ke dsa. Seperti  biasa, dsa hanya memprediksikan kalau keluhan seperti Khalid ini, biasanya akan diare. Dan kita pulang membawa obat sakit perut, vitamin, dan obat diare.

Semakin sore, kondisi Khalid semakin lemah, ga mau makan, minum pun langsung dimuntahkan. Boro-boro minum obat, duuuhhh..

Balik ke dokter lagi deh malamnya. Pagi dengan Dr. Diah, malam dengan Dr. A.D. Pasaribu, SpA di klinik Hermina. Oleh dsa inilah, Khalid disarankan untuk di opname, karena dikhawatirkan akan dehidrasi.

Khalid pun dibawa ke IGD untuk pemasangan infus, sekalian di ambil darah nya untuk cek lab. huhuhu.. pertama kalinya Khalid diinfus. Ga tega liatnyaa, hikkss..

IDG Hermina

 

Setelah dari IGD, kami pindah ke kamar rawat inap. Besokannya alhmadulillah Khalid udah mendingan walaupun masih lemas. Hasil lab semua bagus. Setelah dsa visit, dan melihat kondisi Khalid, akupun pulang kerumah sebentar karena memikirkan cucian dirumah. Maklum, IRT tanpa ART..

Baru sampai dirumah, suami nelfon, ngabarin kalau Khalid habis kejang. Duh, langsung balik lagi kerumah sakit deh. Belum sempet nyuci-nyuci.

Sampai dirumah sakit Khalid sedang tertidur dan selang oksigen terpasang di hidung nya. Hiksss.. benar-benar ga tega.

Esokan harinya, Khalid pulih kembali. Udah minta ke mall naik tangga jalan, udah minta makan bacang, hihihi.. Lega rasanya. Diagnosa dsa adalah infeksi pencernaan. Obat yang diminum pun hanya obat sakit perut (ranivel) dan obat muntah (vometa), bukan antibiotik.

Setelah dsa visit dan melihat kondisi Khalid, akhirnya Khalid dibolehkan pulang.

Alhamdulillah 🙂

Tahun Baru Islam di Sekolah Kebun Little Earth

Dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1435H, Sekolah Kebun Little Earth mengadakan acara. Pengisi acaranya adalah Siswa Siswi nya. Nah, kelas Playgrup kebagian ngisi acara juga loh. Latihannya udah dari seminggu sebelum perform. Menurut info teacher nya siiy, latihannya oke, semuanya tertib.

Sehari sebelum hari H juga latihan lagi di panggung yang bertempat di SD Little Earth, Kakak-kakak SD dan orang tua murid yang kebetulan menunggu anaknya sekolah juga dilibatkan sebagai penonton, supaya anak-anak gak canggung pas perform dilihat banyak orang. Pulang kerumah, Khalid dengan seharian bernyanyi, “hore.. hore.. aku mau pentas”… hihihi… lucu. Ga sabar pengen ngeliat. Dalem hati siiy mikirnya, ah.. paling juga besok lari-lari dipanggung. Apalagi ada Baba dan Mamanya nonton, hehe

Tibalah hari H nya, pass dateng, passs anak-anak udah siap-siap mau karnaval, keliling-keliling seputar perumahan dekat sekolah.

Persiapan karnaval keliling perumahan

 

Orang tua juga ikut serta

 

Arak-arakan sambil menyanyikan lagu 10 malaikat

Ini Khalid. Lemes nih, mood nya sepertinya kurang bagus. hiksss

 

Selesai arak-arakan dan kembali ke sekolah untuk sncak time, anak-anak berjalan ke SD.

Tiba di SD, kita melewati stand-stand bazar yang digelar ibu-ibu orang tua murid

 

 

Salah satu stand bazar

Ada jualan pakaian bekas juga, yang dikumpulkan oleh orang tua murid, untuk kemudian hasilnya disumbangkan

 

Acara pentas dimulai, Khalid dibawa masuk ke belakang panggung, berkumpul dengan teman-teman PG lainnya.

Diawali dengan perform Kakak-kakak Kindy B (TK B)

 

Performance Kakak-kakak Kindy B

 

Sekarang tibalah giliran Bunni Class, kelasnya Khalid, anak-anak Playgrup. Yang akan menari diiringi lagu ya Habibi al Mustofa

 

Persiapan Bunni Class diatas panggung

 

Anak laki-laki duduk di bangku, sementara yang perempuan berdiri. Ada yang minum dulu, ada ygn digendong, ada yang masih lari-lari, ada yang duduk dibawah, hihihi… seru

Oke.. sudah siap duduk semua, lagu pun dimulai.

Anak-anak cewek rata-rata menari mengikuti gerakan teacher-teacher nya yang ikut naik ke atas panggung.

Nah yang laki-laki, ada yang ngikutiiin, ada yang nangis, ada yang diem aja, ada yang minta gendong Mama nya.

Alhasil, Mama-mamanya nemplok deh di pinggir panggung, hihihiii…. lucu

Khalid salah satu yang diem aja, tanpa ekspresi (diluar dugaan ku yang sebelumnya khawatir dia akan lari-lari diatas panggung)

 

 

Ada yang ikut mamanya, ada yang minta gendong. Alhasil, Mama2 pada duduk di pinggir panggung. hihihi

Khalid duduk manis diam tanpa ekspressi

 

Lagu pun selesai, anak-anak turun panggung. Mungkin karena udah kecapekan karnaval sebelumnya, Khalid jadi lemes dan minta diajakin pulang. Walaupun begitu, aku senang karena Khalid paling tidak sudah mengerti bahwa saat itu dia sedang tampil diatas panggung, dilihat banyak orang. Ini pengalaman baru buat Khalid 🙂

 

 

 

Nasi Kebuli Ayam

 

Pertama kali nyobain nasi kebuli di rumah saudara sepupu pas lagi ada pengajian rutin. Dalam hati berjanji, aku harus bisa buat nasi kebuli seperti ini.. halaahhh..
Setelah browsing-browsing, nyari yang gampang. Akhirnya nemu disini,

Beneran masak nya gampang, pake rice cooker, dan hasilnya nikmaattt… Dapet 2 jempol dari suami, hihihi. izin nyontek ya Mba 🙂
Tapi karena udah terlanjur cinta sama nasi kebuli yang aku coba pertama kali dirumah si teteh, jadi aku bikin versiku sendiri

Bahan-bahan :

– 1 ekor ayam, (saya menggunakan dada ayam yang sudah dipotong di supermarket)
– 500 gram beras, cuci bersih dan tiriskan
– 800 ml air
– 1 butir bawang bombay, belah dua dan rajang setipis mungkin

Bumbu dihaluskan:
– 10 butir bawang merah
– 5 butir bawang putih
– 1/2 butir pala
– 4 cm jahe
– 1 sendok makan ketumbar, sangrai
– 1 sendok teh merica, sangrai
– 1/2 sedok teh jintan, sangrai

Bumbu lainnya:
– 3 batang kayu manis
– 3 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
– 8 butir cengkeh
– 4 butir kapulaga
– 3 butir kembang lawang/pekak/star anise
– 2 sendok teh garam
– 1 sendok teh kaldu bubuk (optional)

Cara membuat:

Cuci bersih ayam, rendam dengan perasan jeruk nipis dan garam, diamkan kurleb 20 menit, bilas hingga bersih.

Siapkan penggorengan, beri 3 sendok makan minyak dan panaskan, tumis bawang bombay hingga harum.

Masukkan cengkeh, kapulaga, kembang lawang, serai dan kayu manis, sebentar hingga tercium bau harum.

Masukkan bumbu halus. Tumis hingga bumbu harum dan matang. Tambahkan 100 ml air, garam, dan sedikit gula, aduk rata.

Masukkan ayam, rebus hingga  ayam empuk dan matang, angkat, suir-suir ayam, sisihkan.

Masukkan beras ke dalam rice cooker. Tuangkan air kaldu bumbu bekas menumis ayam. Buang serai, kayu manis dan kembang lawang.

Tambahkan air lagi hingga kira-kira cukup untuk memasak nasi. Perlu diingat nasi kebuli biasanya teksturnya tidak lembek jadi jangan menambahkan banyak air ke dalam rice cooker.  Gunakan air secukupnya. Masak hingga nasi matang.

Cicipi rasanya, jika kurang asin tambahkan garam.  Aduk-aduk nasi di dalam rice cooker agar remah dan tidak menggumpal.

Setelah rice cooker ngejepret (atau apalah bahasanya, hihi), masukkan ayam yang sudah disuir, aduk rata.
Tutup rice cooker dan biarkan nasi hangat di dalam rice cooker.

Sajikan Dengan sambal goreng hati dan acar.