Bladeless Laser Katarak

Udah sejak tahun 2001 si Mamah, mengeluh matanya rabun, pake kacamata gak ada yang cocok. Sampe-sampe ama penjual kacamata disarankan untuk periksa ke dokter dulu. Maklumlah, si Mamah jarang banget berurusan sama yang namanya dokter, kecuali dokter kandungan, hehehe.

Singkat cerita, ada saudara yang merekomendasikan untuk laser mata di Jakarta Eye Center dengan Dr Darwan Purba karena sebelumnya, saudaraku menggunakan dokter yang sama. Aku telfon deh JEC, buat tanya-tanya lebih jelas. Ternyata daftar rawat jalan ke dokter yang bersangkutan, harus seminggu sebelumnya (ga tau dokter yang lain ya)

Tibalah waktunya nganter si Mamah ke JEC, nyampe JEC jam 10 am, dapet giliran masuk jam 1 pm, karena antriannya luarr biasaaa ramenyaa..

 

Setelah di ruang praktek dokter, dan diperiksa oleh dokter, ternyata menurut dokter mata si Mamah katarak nya udah tebal. Dokter menyarankan untuk operasi. Tapi si Mamah, takut operasi, takut pisau, gak bisa minum antibiotik. Pokoknya parno deh. Jadi si Mamah minta di laser aja. Selisih biaya antara operasi dan laser pun cukup banyak. Dokter menjelaskan biaya operasi katarak lebih kurang 13 jt, sementara laser 23 jt. Untuk satu mata saja, uhuhuhuuuu…. Kalo 2 mata, ga tau deh. Dokter menjelaskan, yang membuat tindakan laser itu mahal adalah, alatnya yang bernilai 8M, huaaaa.. 8 emberr. Dan bius nya ga pake suntik-suntikan, hanya obat tetes, ga pake puasa-puasa dan pantang makan.

Baiklaah, berhubung si Mamah tekadnya udah bulat, akhirnya Mama memutuskan untuk hari itu juga di laser. Setelah melalui tahapan tes darah, gula, dll. pukul 3pm, kita naik ke lt.7, untuk proses laser nya.

Sampai di lt.7, masih harus mengantri booo.. ternyata yang operasi hari itu banyak juga. Dan Mamaku, karena mengambil jalur express (tanpa perjanjian) kena charge 500rb (nanti hitung2annya ya, hehehe)

 

Beginilah suasana ruang tunggu JEC kedoya, keluarga yang menunggu bisa melihat dari monitor, proses jalannya operasi keluarga yang sedang di operasi

Aku ikutan menonton proses operasi katarak yang ditayangkan di monitor. Wow, lumayan cepat loh. Kalo diitung-itung cuma 15 menit. Tapi sayangnya yang ditayangkan di monitor hanya proses operasi. Kalo laser nya si Mamah, ga ditayangkan. Aku bisa ngeliat Mama ku, pas proses laser sudah selesai.. hikksss.. padahal aku kepengen tauuu, laser itu diapain siiy, bedanya apa sama di operasi. Kata suster nya kamera nya hanya satu 🙁

Si Mamah, setelah di laser mo dibawa ke ruang lain untuk ditanam lensanya

Oke, sekedar info, siapa tau butuh info mengenai biaya. Total biaya yang dikeluarkan untuk laser katarak di JEC, kurang lebih 25jt. Sudah termasuk obat (obat tetes, ga ada obat minum), biaya dokter (termasuk dokter jantung juga), dan biaya go show (ekspress, tanpa perjanjian). Lumayan ya booo…

Ini sudah hari ke 3 semenjak si Mamah di laser. Selama 3 hari ini mama gak boleh nunduk, ga boleh ngangkat yang berat-berat, dan matanya ga boleh kena air. Obat tetes pun dipakai 6x sehari. Besok si Mamah udah bisa ngapa-ngapain dan langsung ngajak ke tanah abang. Hiyuuuukk mareeee…

Muffin Choco Chip

Kali ini, aku mo nyobain bikin muffin choco chip, seperti biasa, resepnya di dapat dari hasil browsing2, tapi lupa website nya. maaaaapppkaann…
Yang pasti, resepnya, gampang, ga pake mixer2an (karena aku ga punya mixer, hikss..)
Jadi tinggal diaduk aduk saja. Dan rasanya juga oke banget, hasilnya merekah seperti jamur

Buat menemani minum kopi di sore hari..
yukk marriiii

Bahan :

  • 150 gr tepung terigu protein sedang (aku pake segitiga biru)
  • 1 1/2 sdt baking powder
  • 60 gr gula pasir
  • 25 gram mentega
  • 1 butir telur, kocok lepas
  • 125 ml susu cair
  • 1/4 sdt essens vanili
  • 50 mgr choco chip

Cara :

  • Campur tepung terigu, baking powder dan gula pasir
  • Kocok lepas telur, susu cair dan essens vanilli. Tuang sedikit-sedikit ke campuran terigu sambil diaduk rata
  • Tambahkan choco chip, aduk rata, tuang ke cup kertas kecil
  • Oven 20 menit dengan suhu 180 derajat celcius

 

Jadi deh…

maap pake kamera hp

Daun Saga Untuk Obat Batuk

Sejak bayi, kalau Khalid batuk, obatnya cuman daun saga.

Rasanya tak tega, memberinya obat batuk dan melihatnya batuk-batuk gitu.

Daun saga memang memiliki banyak manfaat. Tumbuhan merambat yang memiliki biji jingga kemerahan ini dikenal ampuh untuk mengatasi batuk, radang tenggorokan, panas dalam dan sariawan.

Alhamdulillah, setelah 2 atau tiga hari, batuknya Khalid sembuh loh, dan untungnya Khalid doyan minum daun saga.

Kalo udah uhuk uhuk, langsung minta minum daun saga, heheehehe

Akhirnya si Baba berinisiatif untuk menanam sendiri di halaman. Jadi begitu Khalid batuk, tinggal petik deh

 

Begini cara membuatnya :

Ambil 10 lembar daun saga, cuci bersih, lalu rendam air hangat/ air mateng

Peras daun saga (aku pakai saringan teh) hingga mengeluarkan cairan hijau,

Beri 2 sendok teh air

Diminumin deh

Selamat mencoba 🙂

Membuat Nugget Sendiri

Salah satu cemilan favorit Khalid adalah Nugget ikan, jadi aku harus menyetok nugget ikan di kulkas, selain lezaatt dan gurih, membuatnya juga mudah

 

Bahan :

250 Gram daging ikan tenggiri (bisa diganti ayam)

2 lembar roti tawar kupas

150 ml susu cair

1 sendok makan margarin

1 siung bawang putih, dihaluskan

25 gr bawang bombay. dicincang halus

1 buah kuning telur

1/2 sdt merica bubuk

1/2 sdt garam

Minyak untuk menggoreng

 

Bahan lapisan :

100 gram tepung panir

1 putih telur

 

Cara membuat :

Panaskan margarin, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu

Rendam roti tawar dalam susu cair , sampai lembek, dan hancurkan (aku pakai garpu)

Masukkan tumisan bawang bombay, dan daging ikan giling kedalam rendaman roti,campur semua bumbu halus, aduk sampai rata

 

Pindahkan ke loyang, ratakan, lalu kukus sampai matang
Angkat lalu dinginkan

Keluarkan dari loyang, potong-potong, celupkan ke dalam puih telur, lalu gulingan ke tepung panir,
siap digoreng

Kalo aku, sengaja bikin 2 resep sekaligus, buat nyetok di kulkas, jadi kapan pun si khalid minta nugget (biasanya tiap abis liat iklan nuget, hikssss), aku tinggal goreng deh.

Selamat mencoba 🙂