Anti Selfi

“Jadilah wanita yang tidak gemar selfie dan hobi pamer kecantikan.

Agar kelak suamimu bersyukur karena telah memiliki istri yang mempersembahkan kecantikannya hanya untuk dirinya”

 

Tanya :

Banyak banget sekarang yang hobi selfie, mohon dijelaskan apa hukum selfie?

Jawaban :

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du

Rasulullah Shallallu ‘alaihi wa sallam melarang keras seseorang ujub terhadap dirinya. Bahkan Rasulullah Shallallu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai dosa besar yang membinasakan pelakunya.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

Tiga dosa pembinasa : Sifat pelit yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan ujub seseorang terhadap dirinya

(HR. Thabrani dalam al Ausath 5452 dan dishahihkan Albani)

Disaat yang sama Rasulullah Shallallu ‘alaihi wa sallam memotivasi kita untuk menjadi hamba yang berusaha merahasiakan diri kebalikan dari menonjolkan diri.

Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ

Allah mencintai hamba yang bertakwa, yang berkecukupan, dan yang tidak menonjolkan diri

(HR. Muslim 7621)

Selfie, jeprat jepret sendiri, tidak sejalan dengan prinsip diatas. Terlebih umumnya orang yang melakukan selfie, tidak lepas dari perasaan ujub, meskipun tidak semua orang yang selfie itu ujub. Namun terkadang perasaan lebih sulit dikendalikan.

Karena itu, sebagai mukmin yang menyadari bahaya ujub, tidak selayaknya semacam ini dilakukan

 

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Hikmah Beriman Kepada Takdir

Qodarullah wa maa-syaa-a fa’ala

(Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang dikehendaki-Nya pasti dilakukan-Nya)

 

Manusia memiliki keinginan dan kehendak, tetapi keinginan dan kehendaknya mengikuti keinginan dan kehendak Rabbnya.

Golongan Ahlussunnah menetapkan dan meyakini bahwa segala yang telah ditentukan, ditetapkan, dan diperbuat oleh Allah memiliki hikmah dan segala usaha yang dilakukan manusia akan membawa hasil atas kehendak Allah.

 

Ingatlah saudariku, tidak setiap hal akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka hendaklah kita menyerahkan semuanya dan beriman kepada apa yang telah Allah tentukan. Jangan sampai hati kita menjadi goncang karena sedikit “sentilan”, sehingga muncullah bisikan-bisikan dan pikiran-pikiran yang akan mengurangi nikmat iman kita.

 

Dengarlah sabda Nabi kita shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Berusaha untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan Allah & janganlah kamu sampai lemah (semangat). Jika sesuatu menimpamu, jangan lah engkau berkata ‘seandainya aku melakukan ini dan itu, niscaya akan begini dan begitu’.

Akan tetapi katakanlah ‘Qodarullah wa masyaa-a fa’ala (Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang dikehendakinya pasti dilakukan-Nya).’ Karena sesungguhnya kata “seandainya” itu akan mengawali perbuatan syaithan.”

(Shahih, riwayat Muslim dalam dalam Shaih-nya (no.2664)

 

Apabila hati kita telah yakin dengan setiap ketentuan Allah, maka segala urusan akan menjadi lebih ringan, dan tidak akan ada kegelisahan yang muncul dari dalam diri kita, sehingga kita akan lebih semangat lagi dalam melakukan segala urusan tanpa merasa khawatir mengenai apa yang akan terjadi kemuadian.

Kita akan tawakkal sebagai perbekalan ketika menjalani urusan & kita akan bersabar kala ujian datang menghadang.

Wallahu Ta’ala a’lam wal musta’an

—-

Buat yang punya anak ataupun khadimat dirumahnya dan suatu waktu mereka memecahkan/merusak sesuatu, janganlah memarahi atau atau menyesali barang yang rusak itu.

Percayalah bahwa kejadian itu sudah merupakan takdir Allah. Tiada guna kita marah atau menyesal, itulah bagian dari iman.

 

‘Jangan memukul budak perempuanmu hanya karena dia memecahkan barang pecah belahmu. Sesungguhnya barang itu ada waktu ajalnya seperti ajalnya manusia.’

(HR. Abu Na’im dan Ath-Thabrani)

 

regram from @anisyabutik

Maaf Saya Tidak Mengucapkan Selamat Ulang Tahun.. Karena Saya Tidak Merayakannya

 

no-birthday

 

Kalau ditanya kenapa koq hilang dari grup BBm/WA? karena salah satu alasannya adalah ritual mengucapkan selamat ulang tahun apabila ada salah satu anggota grup yang berulang tahun. Kalau sekadar ngumpet alias tidak ikut berpartisipasi mengucapkan selamat ultah siih, gak apa-apa.. Tapi kalau pas saya yang berulang tahun, dan anggota grup mengucapkan? Mau tidak mau saya harus membalas dengan ucapan terimakasih. Bla..bla..blaaa…

Yah begitulah, mungkin karena karena kurangnya pengetahuan mengenai “ke-Aqidah-an”, masih banyak ummat Islam yang mengikuti ritual paganisme ini. Apalagi gencarnya media yang menayangkan acara ulang tahun artis atau bahkan ustadz/da’i muda (semoga Alloh memberi hidayah padanya) semakin menguatkan tradisi ini. Bahkan sampai-sampai ulang tahun Nabi صلى الله عليه وسلم  pun dirayakan hingga kini padahal Nabi dan sahabatnya tidak melakukannya.

Mungkin ucapan selamat ataupun do’a merupakan bentuk kebaikan namun sebaiknya kebiasaan ini kita tinggalkan. Jika ingin mendo’akan sesama muslim alangkah lebih baik jika tidak dikhususkan padi hari ulang tahun saja. Bahkan jika mendo’akan sesama muslim tanpa sepengetahuannya maka do’a itu akan kembali kepada kita.

Dari Abu Ad-Darda’  dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)

Dan hari raya di dalam Islam hanyalah dua: yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun selain keduanya dari berbagai perayaan apakah yang berhubungan dengan seseorang, sekelompok orang, atau satu kejadian, atau dengan makna apa saja, maka itu merupakan perayaan-perayaan yang baru dalam agama, Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:

dalam hadits riwayat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu :

Nabi shallallahu alaihi wasallam datang ke Madinah dan ketika itu penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bisa bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah, maka beliau bersabda : “Aku datang pada kalian dalam keadaan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah. Dan sungguh Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari tersebut dengan yang lebih baik yaitu hari Nahr (Iedul Adha) dan Iedul Fitri.”
(HR Ahmad, Abu Daud, Nasa’i dan Baghawi)

Untuk perayaan ulang tahun, tidak boleh bagi Kaum Muslimin melakukannya, menyetujuinya, dan menampakkan kegembiraan dengannya, atau membantunya dengan sesuatu. Sebab hal tersebut termasuk ke dalam sikap melanggar batasan-batasan Allah, dan barangsiapa yang melanggar batasan-batasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka sungguh dia telah menzhalimi dirinya sendiri.

Apabila perayaan yang diada-adakan tersebut berasal dari perayaan orang-orang kafir, maka ini berarti dosa di atas dosa, sebab menyerupai mereka, dan itu merupakan bentuk loyalitasnya kepada mereka. Dan sungguh Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah melarang Kaum Mukminin menyerupai mereka dan bersikap loyal kepada mereka dalam kitab-Nya yang agung. Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:

من تشبه بقوم فهو منهم

” Barangsiapa yang menyerupai satu kaum,maka dia termasuk mereka ”
(HR.Abu Dawud dari Abdullah bin Umar)

Islam hadir dengan solusi mu’amalah (interaksi sosial) yang jauh lebih baik, yakni do’a. Ya, mendoakan kebaikan bagi kawan atau siapapun orang yang kita sayangi, sebagai bentuk perhatian kita pada orang tersebut.

===

Mohon maaf bagi teman-teman dan saudara-saudaraku karena aku tidak mengucapkan selamat di hari ulang tahunmu. Bukanlah karena tidak perhatian atau tidak mau kumpul dalam pesta makan-makan, hanya karena apa yang diajarkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم  tidaklah demikian.

Biarlah diri ini menjadi asing dan semoga kita termasuk orang asing yang beruntung itu (Ghuroba) seperti disabdakan oleh Rasululloh صلى الله عليه وسلم.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

 

Memilih Teman

ATT_1443756377813_Screenshot_2015-10-02-10-19-43-01

 

by @likeislam

 

Mencari teman itu MEMANG HARUS MEMILIH.. Maka lihatlah dengan siapa dia berteman

Kata Rasulullah, kalau kita ingin mengetahui seseorang itu bagaimana, lihatlah dengan siapa dia berteman. Kalau ia berteman dengan pandai besi ia akan terkena aroma besi yang terpanggang.

Jika ia berteman dengan penjual parfum, ia akan terciprati harum parfum.

Seorang teman, kawan, sahabat, ternyata sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Lihatlah perumpamaan Nabi kita tercinta. Kadang kita suka meremehkan dengan siapa kita berteman, dengan siapa kita bergaul.

Ketika kita bergaul dengan orang-orang yang jauh dari ketaatan kadang kita tidak sadar, perlahan ketaatan kita pun mulai pudar dan kita pun tidak terasa

 

Ketika kita bergaul dengan orang-orang yang mencintai dunia, secara perlahan dan tak sadarkan diri kita mulai melupakan akhiratdan perbincangan kita menjadi sebatas urusan duniawi.

Namun ketika kita bergaul dengan orang-orang shalih, perlahan kita mulai mengikuti jejak teman kita, mulailah kita bersemangan ketika berkumpul dengan mereka.

Melihat mereka pun bisa menambah semangat kita dalam ketaatan

 

Berarti kita hanya boleh bergaul dengan orang Shalih???

 

Tidak… Sama sekali tidak.. Rasul mengajarkan kita untuk bergaul dan mengakrabkan diri dengan orang-orang baik. Bukan berarti kita tidak boleh bergaul dengan orang yang jauh dengna ketaatan.

Rasul minta kita juga menasehati mereka, dakwahkan mereka, yang belum mendapatkan hidayah, semoga saja mendapatkan hidayah melalui upayamu !!!

 

Jadi ketika kita mulai malas beribadah, malas berdakwah, lebih senang mager dirumah, dibanding menghadiri majelis ilmu, lebih senang jalan-jalan, kongkow-kongkow dibandingkan menjalankan aktivitas dakwah jama’i.

Lihatlah dengan siapa kita berteman dan bergaul, dan renungkanlah seberapa jauh kita dari ketaatan, seberapa lama kita tidak merasakan manisnya ibadah

 

Coba kita bermuhasabah, dengan siapa kita selama ini berteman akrab, dengan ahli ibadahkah atau ahli maksiat

Siapa Saja Mahram Seorang Wanita

Hafalkan siapa saja Mahram kita

Checklist :

1. Anak Laki-laki

2. Cucu Laki-laki (dari anak perempuan/anak laki-laki) dan keturunan mereka

3. Ayah

4. Kakek (dari Ayah/Ibu) dan keatas

5. Saudara sekandung, se Ayah/ se Ibu

6. Keponakan laki-laki dari saudara sekandung, se Ayah atau se Ibu

7. Paman (Saudara Ayah/Ibu atau saudara Kakek/Nenek)

8. Mertua atau Mantan Mertua

9. Menantu atau mantan menantu

10. Ayah Tiri/ Mantan Suami ibu (syarat : telah berhubungan badan dengan Ibu)

11. Anak Laki tiri (anak suami/anak mantan suami dari istri lain)

12. Saudara sepersusuan dan siapa saja yang jadi mahram saudara persusuan dari nasab dia

 

Catatan :

Suami bukan Mahram

Karena arti Mahram adalah orang yang haram dinikahi selama-lamanya, namun suami lebih berhak daripada mahram anda dalam safar, bahkan suami anda berhak melihat dan menyentuh seluruh tubuh anda

 

Penting untuk diingat :

1. MAHRAM 

adalah setiap orang yang haram untuk dinikahi selamanya

 

2. Penggunaan istilah MUHRIM tidak tepat, karena muhrim artinya orang yang melakukan Ihram dalam ibadah Haji atau Umroh

3. Ipar dan sepupu bukan mahram kita, apalagi orang yang tidak ada hubungan nasab

 

Tips jitu buat perempuan agar tidak kena jabat tangan dengan non mahram adalah berpakaianlah yang syarie, tidak tabbaruj. Semakin panjang jilbab kita, semakin segan orang memberi tangan untuk memberi salaman. Maka laki-laki juga segan untuk menyodorkan tangan, hehe

 

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya”

(H.R. Thobroni)

Belajar Sabar dan Ikhlas dalam Keadaan Apapaun dari si Kecil Khalid (Bag.2)

 

Setelah didiagnosa Tumor Otak (Ependymoma Blastoma) pada bulan Desember 2013, Khalid menjalani operasi, dilanjutkan dengan radioterapi. Tidak ada gejala yang berarti setelah itu. MRI pun rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali sesuai dengan anjuran dokter.

Namun, di tahun ke 2 setelah serangkaian proses diatas, Khalid sering mengeluh sakit kaki, pusing, lemas, dan setiap malam tidur suka rewel, dan yang paling membuat saya panik adalah, muka Khalid miring kalu sedang berbicara atau menangis.

Singkat cerita saya membawa Khalid ke rumah sakit, dan saya langsung meminta Khalid di MRI ulang, karena saya curiga tumor tumbuh lagi (walaupun MRI baru dilakukan 6 bulan yang lalu)

20 Juni 2015

Hasil MRI Keluar

Kecurigaan saya benar, hasil MRI menyatakan bahwa csf bermetastase dan menyebar. Bukan hanya satu di tempat yang lama, tetapi banyak dan menyebar ke sebagian besar otak nya. Kali ini kami benar-benar harus mengikhlaskan nya. Karena bagaimanapun, anak hanyalah titipan Allah, Ia berhak mengambilnya kapanpun Allah menghendakinya.

Karena kami tinggal di Palembang, dan kondisi Khalid tidak memungkinkan untuk di bawa ke RSCM, maka suami saya yang membawa hasil MRI ke Dr. Samsul Ashari SpBS, dokter bedah saraf yang menanganinya dulu.

Merujuk kembali hasil PA Khalid, bahwa jenis tumor adalah ependymoma blastoma, maka beliau tidak menyarankan operasi. Karena walaupun tumor sudah diangkat 100%, namun penyebaran bisa terjadi lagi. Pilihan selain operasi adalah kemoterapi.

 

24 Juni 2015

Kejang kejang dan Kondisi Semakin Lemah

Karena dokter menyarankan kemo, maka kami tidak perlu membawa Khalid ke RSCM. Kemo dilakukan di Palembang. Sementara kondisi Khalid semakin lemah, dan karena tekanan di otak nya, menyebabkan Khalid kejang berkali-kali.

 

 

1 Juli 2015

Kemoterapi Pertama dan Terakhir

Pukul 20.00 Khalid diberi obat kemo, namun Allah berkehendak lain, selang 9 jam setelah pemberian obat kemo, Khalid menghadap Allah sang Pencipta.

Mohon maaf, tidak bisa bercerita secara rinci, karena terlalu sedih bagi saya untuk menceritakannya.

Karena saya orang tua kandung nya, saya tidak tega untuk memposting foto apapun. Baik foto saat dia masih sehat, maupun foto saat dia sedang sakit.

Satu hal yang pasti bahwa ini yang terbaik dari Allah, karena melihatnya menderita selama di Rumah Sakit juga rasanya membuat  hati ini teris-iris.

Namun kenyataan bahwa anak saya sudah berada di sisi Allah, di Surganya yang Indah membuat hati ini tentram 🙂

Selamat Jalan Anakku, tenang engkau disana, tidak ada Dokter dan Suster yang “menyiksamu” lagi. Sementara diasuh Nabi Ibrahim dulu ya Nak.

Mama dan Baba akan berusaha memantaskan diri agar kita kelak bersama-sama di Surga-Nya yang kekal. InsyaAllah

 

Terimakasih untuk semua yang sudah memberikan support dan doa.

Kami sebagai orang tua, memohon maaf apabila kami ada salah, karena boleh jadi semua karena dosa orang tua nya yang terlalu banyak, sehingga Allah mengambil anak kami sebagai tabungan kami di akhirat kelak. Waallahua’lam

 

 

In Love With Qur’an

 

Obat paling manjur untuk capek-capek, entah capek fisik atau capek hati atau capek fikiran adalah Al-Quran

Seorang muslim tidak akan pernah merasa lelah ketika diujung aktifitas nya selalu ditutup dengan membaca ayat-ayat suci tersebut.

Karena kedamaian hati akan muncul seiring dengan tiap huruf yang dilantunkan.

Pikiran yang kusut akan menjadi tenang, hati yang risau menjadi tenang, dan berujung kepada keadaan fisik yang membaik. Karena secara psikologis kondisi tubuh kita sangat dipengaruhi oleh pikiran kita.

Apalagi kalau saya sedang merindukan Anak saya yang sudah berada di surga… Al-Qu’ran adalah obat paling mujarab untuk mengobati rasa rindu di hati ini.

Mungkin banyak alasan.. “pengen sih, tapi belum lancar bacanya”.. Saya pun, masih terbata-bata untuk membaca Al-Quran, malah diumur saya yang sekarang saya baru memulai kursus Tahsin (kemana aja yaa, hehe). Entah mengapa selalu kurang lancar.

Tapi itu tidak pernah melemahkan saya untuk terus melancarkan cara membaca saya. Karena ternyata ada keistimewaan sendiri bagi mereka yang belum lancar membaca. MasyaAllah

Allah berjanji melalui lisan Rasul-Nya bahwa mendapatkan pahala dua kali lipat bagi yang belum lancar.

“Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala” (H.R. Bukhari Muslim)

Seru kan? Yuk mulai dibaca..

 

Lembaga Tahsin dan Tahfidz Qur’an Al-Mukhlis Palembang

 

Bulan Ramadhan tahun ini, saya dan suami memutuskan untuk menghabiskan 10 malam terkahir dengan beritikaf di Mesjid. Buat suami, itikaf bukan penglaman pertama. Namun buat saya, ini pertama kalinya saya sebagai seorang Muslimah menghabiskan malam 10 malam terakhir beritikaf di Mesjid.

Ternyata, itikaf adalah ibadah yang menyenangkan untuk dilakukan, terutama bagi orang yang kualitas ibadah nya masih jauh dari sempurna seperti saya. Melihat orang beramai-ramai menghidupkan malam dengan tilawah, membuat saya bersemangat untuk mengejar ketertinggalan saya dalam beribadah.

Lantunan ayat suci Al Quran dengan makhroj dan tajwid yang benar, terdengar dari ukhti-ukhti yang duduk disebelah kiri, kanan, dan disekitar saya.

Saya yang masih terbata-bata membaca Al Quran jadi merasa minder. Hikksss…

Dari situ lah awal mula nya saya bertekad untuk belajar Tahsin. Qodarullah, Allah memudahkan langkah saya dan akhirnya saya menemukan Lembaga Tahsin Tahfidz Al Mukhlis (LTTQ Al Mukhlis). Singkat cerita saya mengikuti kursus Tahsin kelompok (1 kelompok 3 orang), selama  kali seminggu. Metode belajar nya yang tidak membosankan, plus Ustadzah nya yang sabaarrrr dalam mengajar membuatnya mudah untuk dipahami.

Alhamdulillah, saat ini saya sudah hampir menyelesaikan semester 1 di lembaga ini.

Saat ini LTTQ Al Mukhlis membuka penerimaan murid baru, untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi 0819 5818 3009

LTTQ Al Mukhlis Palembang

 

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar (Al-Isra: 9)

Bolu Kukus Mekar

Bolu kukus, adalah jajanan pasar yang rajin saya beli di koperasi, waktu jaman masih ngantor dulu.
Sekarang udah jadi IRT, ya belajarlaaah. Masa beli melulu, hihihi
Yuk praktek

Bahan :

500 gr gula pasir
500 gr terigu segitiga biru
5 butir telur
350 cc sprite
1 sendok makan sp
Pewarna makanan
Kertas cetakan

Cara membuat :

Masukkan gula pasir, telur, sp dan sprite
Mixer sambil dimasukkan terigu sesendok demi sesendok
Mixer kurleb 15 menit, sampai mengembang
Pisahkan adonan untuk kemudian dimasukkan pewarna
Tuang adonan ke dalam cetakan kertas, yang dilapisi dengan cetakan besi
Nah, kalo aku bikinnya 3 warna, warna dasar putih, lalu hijau, dan paling atas pink

Tadaaaa.. Mekar cantik kan 🙂

*Note : 1 resep untuk 40 pcs

Bolu Kukus Mekar

Fancy pao ala-ala

Setelah mengikuti kursus fancy pao di Bogasari Baking Center, sekarang saatnya mempraktekkannya
Membuat pao ala BBC ini menggunakan metode boil doh, dan metode sponge, tujuannya agar kita dapat mengetahui apakah adonan yang kita buat terlalu lembek atau terlalu keras (kata instruktur nya siiy gitu)
Tapi setelah 2 kali praktek dirumah pake metode ini, gak ada tuh yang namanya bantet. Pasti berhasil, hihihi. Ga sia sia, ikutan kursus 😀
Yuk mari, ini saya share resep nya

Bahan-bahan Boil Doh :
100 gr tepung beras
200 cc air

Bahan sponge :

300 gr tepung terigu

11 gr ragi instan

100 gr gula pasir

200 cc air dingin

Bahan utama :
700 gr terigu
10 gr baking powder
80 gr gula halus
5 gr garam
160 gr margarin putih
240 cc air dingin
3 gr bread improver

 

Adonan isi :

Coklat filling

Tausa kacang hijau

Tausa kacang merah

keju & susu

 

Tahap-tahap membuatnya :

1. Boil Doh:

Rebus air hingga mendidih, matikan api.
Masukkan tepung beras, aduk hingga rata, diamkan hingga dingin

2. Sponge :

Campur semua bahan, aduk rata, terakhir tambahkan air. Diamkan kurang lebih 1 jam (hingga mengembang)

3. Bahan utama :
1 jam setelah boil doh, dan bahan sponge dibuat, mari kita mengolah bahan utama.
Caranya :

Masukkan, terigu, baking powder, gula halus, garam, dan bread improver. Aduk rata
Tambahkan air sedikit demi sedikit, sambil dimixer (hook), tambahkan sponge dan boil doh.
Kalau sudah setengah kalis, tambahkan mentega putih.
Adonan dimixer dengan mixer hook kurleb setengah jam (sampai kalis)

Setelah kalis, pisahkan adonan dan tambahkan warna, bentuk sesuai selera

Ini selera saya, yang paling gampang dan gak banyak warna 🙂

panda pao